Menu

logo
Home Past Events Past Events Strategi Kepemimpinan Di Tengah Krisis

Strategi Kepemimpinan Di Tengah Krisis

SABTU, 10 OCTOBER 2015

Di Semester kedua Tahun 2015 situasi perekonomian Indonesia semakin mengkhawatirkan. Kondisi perekonomian nasional akhir-akhir ini tengah mengalami gejolak akibat lemahnya nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan sejak beberapa pekan lalu akibat kebijakan The Fed soal Quantitative Easing jilid III. Dalam waktu beberapa pekan terakhir ini, nilai kurs Rupiah tercatat terus jeblok, kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat menyentuh level terendah sejak November 2008 silam dalam kisaran nilai hampir menyentuh 15,000 rupiah per USD. Menurut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara terdapat Tiga faktor dari eksternal yang menjadi ‘perusak’ utama perekonomian nasional. Ketiga hal itu adalah harga komoditas perkebunan dan tambang merosot di pasaran internasional; perlambatan ekonomi Tiongkok/China, dan penguatan mata uang dollar Amerika Serikat terhadap mata uang semua negara, kecuali Swiss Franc.

 

Krisis yang menghunjam jantung perekonomian, pada tahun pertama Kabinet Kerja Jokowi-JK, bukan semata-mata karena sentimen politik dalam negeri, namun lebih disebabkan krisis ekonomi global yang menerpa hampir semua bangsa di dunia.

 

Kondisi krisis seperti ini sebenarnya pernah terjadi sebelumnya pada tahun 1998 walaupun dalam konteks yang berbeda . Beberapa Tokoh Ekonomi mengatakan bahwa saat ini pemerintah Indonesia harus menggenjot produksi dalam negeri dengan melakukan peningkatan nilai tambah. Caranya dengan mengurangi impor dan perkuat produksi dalam negeri.

Saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin pemimpin negara yang berkemampuan tinggi dalam menghadapi tantangan yang luar biasa. Banyaknya persoalan yang sedang dihadapi Indonesia, harus segera di akhiri sehingga diperlukan pemimpin yang paham banyak hal dalam mengatasi krisis ekonomi saat ini. "Paling penting kita perbaiki struktur ekonomi Indonesia ke depan. Bagaimana membawa ekonomi kita bagus, juga ekspor kita bagus, bagaimana agar investasi masuk, memperbaiki birokrasi, bagaimana agar penegakan hukum lebih pasti. Hal-hal itulah yang akan membuat ekonomi kita bersaing , kompetitif dan lebih baik, dan itu semua belum akan mengubah dolar besok," papar Menko Perekonomian Sofyan Djalil.

SASARAN KEGIATAN

  1. Memahami perbedaan antara pemimpin dan manajer.
  2. Memahami peran pemimpin dalam organisasi.
  3. Mengenal dan memahami berbagai pendekatan (teori) dalam kepemimpinan.
  4. Mengenal dan mengevaluasi kepemimpinan diri sendiri.
  5. Mengenal kepemimpinan in action (pemimpin Indonesia, bisnis dan non-bisnis).

TUJUAN KEGIATAN

Adapun tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah:

  1. Merupakan salah satu mata ajaran integrasi yang memfokuskan pembelajaran pada berbagai pendekatan teori tentang kepemimpinan, studi kepemimpinan tokoh-tokoh pemimpin, dan berbagi pengalaman dari tokoh-tokoh pemimpin di Indonesia dengan menghadirkannya di ruang kelas.
  2. Mata ajaran Seminar Kepemimpinan ini mendukung peningkatan kompetensi teknis, kompetensi bisnis dan soft competence, dalam konteks perusahaan/organisasi, industri dan nasional.


SUSUNAN ACARA

STRATEGI KEPEMIMPINAN DI TENGAH KRISIS
RUANG SERBA GUNA, GEDUNG BINA MANAJEMEN, SEKOLAH TINGGI PPM
HARI SABTU, TANGGAL 10 OKTOBER 2015